Rangkaian kegiatan Via Dolorosa (jalan salib) dan Misa Minggu Prapaskah V dimulai dengan keberangkatan panitia kecil dari "markas" sekitar pk 06.00 pagi - dari kediaman pak Dedy - dua kendaraan panitia kecil berangkat.
Delapan OMK dari lingkungan St. Paulus 1, 2, 3 (Yeski, Dandi, Dody, Abiel, Ayos, Ino, Ari), ditambah Jansen (runner bantuan dari Paroki St. Paulus), berikut pak Dedy, bu Indri, dan pak Budi yang membantu antar jemput OMK kita. Total 11 orang berangkat dari markas.
Di sisi lain perumahan Rewwin, area parkir BRI yang menjadi titik kumpul peserta mulai dipenuhi anak-anak BIAK besar, rekat, dan orang tua. Peserta yang memasuki area titik kumpul diabsen oleh kakak-kakak pendamping BIAK dan Rekat (kak Tina, kak Shevyn, kak Fitri, dan kak Ikke), berikut pembagian kendaraan.
Kendaraan milik pak Yo, diberangkatkan ke pastoran untuk menjemput Romo Agus. Total 55 peserta diberangkatkan pk 7.20 WIB dari titik kumpul BRI cabang Rewwin, dengan 10 kendaraan pinjaman dari orang tua.
Sebelum berangkat, peserta berdoa bersama terlebih dahulu dipimpin oleh kak Paskalis.
Sekitar pukul 9 pagi, peserta tiba di area parkir rumah retret Rsi Aloysii. Adik-adik dipersilahkan untuk bongkar ransel guna mempersiapkan bekal pendakian. Peralatan mandi, baju ganti, baju renang, kaos kaki cadangan berikut sandal, dipersilahkan ditinggal di mobil. Tetap di dalam ransel hanya air minum, snack, jas hujan, dan obat pribadi. Tidak lupa dipersilahkan ke toilet untuk buang air kecil / besar terlebih dulu karena di rute pendakian tidak ada toilet (daripada pipis atau BAB di semak-semak, hehehe....)
Pukul 9.20, briefing pendahuluan diberikan oleh kak Fitri : pembagian kelompok (terdiri dari: 1 pendamping biak-rekat dan 4-5 anak peserta). Dilanjutkan senam peregangan dipimpin oleh kak Malisa.
Pendakian rute jalan salib dimulai sekitar pukul 9.40, setelah panitia - kakak-kakak OMK - di perhentian pertama memberi aba-aba. Rombongan pun bergerak berbaris tertib satu demi satu menyusuri jalan setapak yang mulai menanjak terjal.
Meskipun hawa dingin dan jalan mendaki cukup terjal di awal-awal rute, anak-anak tetap tenang dan berkonsentrasi pada teks jalan salib yang dibagikan panitia. Beberapa kali peserta jalan salib menepi saat berpapasan dengan rombongan pendaki lainnya yang berpapasan di jalan, sambil mengucap sopan, "monggo mas." Rute awal jalan salib dipandu oleh Bapak Andreas Yutri.
Karena terjalnya jalan di bagian awal jalan salib, bu Yo (istri pak Yo L3) dan Stella (Rekat L1), mengalami kram kaki dan terpaksa menepi dengan ditemani tim medis (dr. Maya, dibantu runner : Yeski, Yansen, pak Dedy). Rombongan dipersilahkan jalan utk meneruskan prosesi.
"Hujan," kata Grace, peserta termuda kita (dari BIAK kelas kecil). Saat itu peserta jalan salib masih berada di perhentian kesembilan, "Yesus jatuh ketiga kalinya." Kakak-kakak pendamping meminta anak-anak mengeluarkan jas hujan masing-masing dan membantu mereka mengenakannya. Sebagian anak-anak tidak membawa jas hujan, untungnya sebagian lagi membawa cadangan dan memberikannya ke temannya.
Beberapa anak dan orang tua juga mengalah tidak memakai jas hujan selama prosesi, karena jas hujan yang dibawa diberikan ke anak-anak. Hujan yang dari awalnya hanya rintik-rintik, tambah naik tambah deras hujannya. Pemandu jalan salib berikutnya, pak Heribertus, dengan tenang tetap melanjutkan memimpin prosesi, meskipun teks sudah tidak terbaca karena basah terkena air hujan. pak Andreas Yutri, dari belakang, dengan setia memegangi payung untuk melindungi pemimpin prosesi dan memberikan teks yang masih kering kepada pak Heribertus.
Pukul 11.30, prosesi jalan salib tiba di perhentian ke-14 dan selesai. Beberapa bapak-bapak nyeletuk, "lho biyen kok perhentian e onok 15 yo?" dijawab dengan guyonan oleh pak Heribertus, "berarti sampeyan wong lawas, jaman e Romo Heri iku."
Dari perhentian ke-14, rombongan naik lagi sekitar 200 meter menuju Pos 1 (area camping ground). Kondisi masih hujan deras. Stella, dan bu Yo, Puji Tuhan, bisa menyusul rombongan dan tiba di Pos 1 area camping ground. Misa yang semula direncanakan di lapangan terbuka area camping ground, karena kondisi hujan deras, kemudian dialihkan ke warung milik warga yang berbaik hati meminjamkan area warungnya untuk perayaan Misa Kudus.
Jangan dibayangkan bentuk warungnya sebagus warung-warung di kota, mungkin lebih tepat bila dibilang gubuk. Tetapi panita - kakak-kakak OMK, berikut semua pendamping dan peserta, sudah bersyukur sekali. Misa Kudus untuk Minggu Prapaskah ke-5, dipimpin oleh RP. Agustinus Hutrin Tae, SVD, dilangsungkan dengan sederhana, khidmat, dengan dikelilingi anak-anak.
Sebagian kakak-kakak OMK dan pendamping yang tidak kebagian tempat, rela mengikuti dengan tertib dari kejauhan sambil berteduh. Satu kakak OMK kena tegur pak Dedy karena saat misa berjalan, kakak OMK kita minum teh hangat. Diingatkan untuk tahan dulu karena tidak posisi sakit, jadi silahkan ikut misa dengan tertib seperti yang lainnya. Lagu pembukaan dipimpin pak Yo, mazmur oleh pak Andreas Yutri, bacaan pertama oleh Sekar (Rekat L1) dan kedua oleh Khana (Rekat L1), doa umat dibacakan Allen (Rekat L1).
Secara mengejutkan, begitu misa dimulai, hujan reda dan matahari mulai nampak. Romo Agus dalam homilinya, mengajak anak-anak untuk peka dengan kondisi alam, dan mengajak refleksi kembali momen yang dilalui bersama dari awal jalan salib, beberapa peserta mengalami kram kaki, hujan deras, sampai reda lagi dan matahari mulai tampak. Tidak lupa Romo juga mengingatkan anak-anak dan hadirin misa untuk mengikuti pengakuan dosa minggu depan di gereja.
Selesai misa, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Doa makan dipimpin oleh pak Matias (L3). Selesai makan, rombongan berkemas untuk persiapan turun ke Rsi Aloysii.
Pukul 14 tepat, rombongan turun gunung dipimpin oleh pak Wahyu (L2), dan.... tersasar. Panitia OMK yang sudah tiba di Rsi Aloysii, curiga karena OMK turun paling akhir dan tiba di Rsi Aloysii tapi tidak ketemu anggota rombongan. Akhirnya kak Shevyn mengejar ke depan rombongan anak-anak dan meminta putar balik menyusuri rute seperti awal jalan salib.
Rombongan tiba di Rsi Aloysii tepat pukul 16, dan dipersilahkan untuk acara bebas. Bisa mandi, bisa berenang, sambil makan snack lemper, teh/kopi hangat yang disediakan oleh Rsi Aloysii, dan Pop Mie yang disediakan kakak-kakak pendamping. Acara resmi ditutup pk 17 dengan doa penutup dipimpin kak Fitri diakhiri berkat oleh Romo Agus.
Album Foto (klik lalu geser kanan kiri di layar) :












Komentar
Posting Komentar